Minggu, 28 Desember 2008

DESEMBER KELABU


Desember 2008 ini adalah desember yang mengesankan bagi saya. Sebenarnya saya sendiri tidak begitu memahami jalan pikiran kenapa penulis lagu desember kelabu menuliskan lagu itu. Tetapi mungkin kata itu yang tepat menggambarkan suasana hati saya di bulan desember 2008 ini. Bagaimana tidak, awal Desember menyisakan persoalan di bulan November tentang persoalan uang praktikum beberapa orang adik yang kuliah di Jawa.Belum berlalu, masalah radio yang disegel masih menjadi persoalan yang memakan pemikiran saya juga. Penyelesaian mata kuliah Ibrani dua yang minim alat lebih menambah beban ini, ditambah lagi dengan berita bahwa saya juga tidak akan lagi menduduki posisi saya di kampus seperti dulu. Yang terakhir ini sebenarnya tidak terlalu berpengaruh bagi saya, tetapi desember ini diwarnai dengan peristiwa-peristiwa ini.

Tetapi Tuhan baik. Dia tidak pernah membiarkan anak-anaknya sampai tergeletak. Hari ini 28 Desember 2008, hari minggu terakhir 2008 satu persatu dari persoalan ini terjawab. Kami baru saja mensyukuri datangnya 200kilo pemancar baru kami dalam ibadah singkat di studio, dan malam ini akan mulai dikerjakan. Uang adik-adik untuk praktikum diselesaiakan. Dan satu lagi yang menyita pemikiran tentang adik yang bekerja di Surabaya yang tidak memberi khabar juga sudah terjawab lewat telpon dari salah satu keluarga di Bali bahwa Ia sekarang ada di Bali. Satu demi satu persoalan dapat terselesaikan berkat Tuhan. Syukurlah, Desember kelabu itu seharusnya mulai diganti dengan desember Ceria. Trimakasih Tuhan 2008 ini penuh dengan suka duka tapi Engkau membawa saya melewatinya.

Tidak ada komentar: