Senin, 03 November 2008

DID I SPENDING TOO MUCH TIME FOR THIS?




Judul di atas nampaknya terlalu berlebihan. Sok Inggris,gak? :) Tapi sebenarnya judul ini tercetus dari pemikiran sederhana saya dalam perjalanan pulang pelayanan week-end dari satu gereja desa di Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Ini kegiatan rutin saya setiap senn pagi. Bangun pada jam 4.30 pagi. Bersyukur karena malam yang sudah lalu. Dengan mengangkat hati sambil menundukkan kepala, saya juga meminta Tangan yang Kuat menuntun saya dalam perjalanan hidup saya, maupun perjalanan pulang saya ke kost saya di Kupang untuk aktivitas lainnya di Kupang. Sesudah saya membuka mata, saya belum melihat siapapun bangun dari tidurnya kecuali saya. Setelah membereskan tempat tidur, dua gelas air putih saya teguk (ini juga kebiasaan) dan kemudian saya membuka pintu, mempersiapkan diri dengan mandi dan aktivitas lain di kamar mandi dan kemudian mengambil tas saya dan duduk di depan rumah menunggu angkutan umum utuk pulang ke Kupang. Saat itulah mereka yang lain termasuk pak Pendeta bangun dan saya kemudian pamit untuk menunggu datangnya angkutan umum yang hanya beberapa unit untuk jurusan tempat saya melayani.

Ini angkutan pertama yang saya tumpangi hari ini. Biasanya harus berdesak-desakan dengan ibu-ibu dari desa yang akan berangkat ke pasar. Beberapa karung beras ditumpuk di dalam angkot. Selain itu kadang beberapa karung mangga juga ada, tidak jarang ada ayam yang juga dimasukkan ke dalam angkot. Bisa dibayangkan aroma di dalam angkot. Jujur saja, aroma itu seringkali ditambahi dengan bau yang sangat mengganggu, bau badan yang ikut bercampur menjadi satu. Perjalanan pertamaku di pagi itu dan biasanya di setiap senin pagi menghabiskan waktu satu jam setengah. Sesudah tiba di pasar, selain napas saya cukup lega saya juga semakin senang karena sudah mendekati tujuan saya walaupun harus dua kali lagi berganti angkot. Di angkot kedua yang cukup nyaman (paling tidak tanpau aroma aneh karena rata-rata ditumpangi oleh mahasiswa yang akan berangkat kuliah atau karyawan di kota Kupang)di sinilah saya memikirkan tentang berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk berada di atas angkutan kota.

Maklum, setiap hari saya harus menghabiskan minimal beberapa menit untuk menumpang angkutan kota. Senin jam 7-9 pagi, dilanjutkan jam 13.00-13.30; Selasa, jam 20.00-20.30; Rabu, 07.15-7.35; Kamis,20.00-20.30; Jumat (hari paling melelahkan) 07.15-7.35; 14.00-14.20; 17.05-17.20; 20.05-20.25; Sabtu, 08.00-08.20, 13.00-17.00.


Syukurlah, hari minggu aku hormati sebagai hari Tuhan dan hari untuk melayani Tuhan, dan karenanya tidak ada aktivitas bepergian dengan angkot pada hari itu. Maklum, gerejanya dekat. Ini kegiatan transportasi rutin saya, belum ditambah lagi dengan kegiatan lain yang harus dilakukan di luar rumah dan karenanya membutuhkan transportasi. Jika ditotal, ternyata banyak jam yang saya habiskan untuk berada di atas angkutan kota.

Spend too much time? Maybe. But what about it's cost? [MT]

Tidak ada komentar: